Profil Mayjen Deddy Suryadi, Mantan Ajudan Jokowi Kini Jabat Pangdam Jaya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Deddy Suryadi sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta.
Penunjukan ini merupakan bagian dari rotasi besar-besaran terhadap 117 perwira tinggi (Pati) TNI.
Mayjen Deddy menggantikan Mayjen Rafael Granada Baay yang kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN). Rafael akan naik pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) seiring jabatannya yang baru.
Mayjen TNI Deddy Suryadi lahir di Bandung, 14 September 1973. Sebelum dilantik sebagai Pangdam Jaya, Mayjen Deddy menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro sejak 21 Februari 2024.
Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996 dan berasal dari kecabangan infanteri. Mayoritas karier militernya dihabiskan di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), di mana ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis seperti Komandan Grup 2/Sandi Yudha (2016–2017), Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus (2021–2022), hingga puncaknya sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus pada 2023–2024.
Selain kiprahnya di satuan tempur, Deddy juga pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada periode 2017–2019.
Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kepala Staf Korem (Kasrem) 061/Surya Kencana di Bogor dan Komandan Korem 074/Warastratama di Solo pada 2021. Pada 2022–2023, Deddy menduduki posisi Kasdam IV/Diponegoro sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Pangdam.
Adapun pejabat sebelumnya, Mayjen Rafael Granada Baay, merupakan lulusan Akmil 1993 dan juga memiliki latar belakang kuat di Kopassus.
Ia pernah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) sebelum ditunjuk menjadi Pangdam Jaya.
Penunjukan Mayjen Deddy merupakan bagian dari rotasi besar yang tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan TNI yang ditetapkan pada Selasa (27/5).
“Mutasi ini bukan sekadar proses administratif, tapi juga bagian dari strategi pembinaan karier dan penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas tugas TNI,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, Rabu (28/5).
Dari total 117 perwira tinggi yang mengalami mutasi, terdiri dari 47 Pati TNI Angkatan Darat, 30 Pati TNI Angkatan Laut, dan 40 Pati TNI Angkatan Udara. Rotasi ini disebut sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan adaptasi strategis dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan nasional menghadapi dinamika global dan domestik.
Rangkuman AI sedang dibuat…