Rincian Nominal Kekayaan Bos Tambang Raja Ampat Berdasarkan LHKPN, Mulai 2017-2025 Beserta Hutang



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Inilah rincian nominal kekayaan bos tambang Raja Ampat PT Gag Nikel.
Anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk, yakni PT Gag Nikel, menjadi sorotan tajam setelah aktivitas tambangnya diduga menyebabkan kerusakan lingkungan di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Menanggapi isu ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghentikan sementara operasi perusahaan sejak Kamis, 5 Juni 2025.
“Kegiatan produksi mereka kami bekukan dulu. Kami perlu lakukan verifikasi di lapangan,” ujar Bahlil saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (6/6/2025).
Di tengah ramainya isu tersebut, publik pun menyoroti nominal kekayaan bos tambang yang memimpin PT Gag Nikel.
Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, posisi Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Direktur PT Gag Nikel saat ini dijabat oleh Arya Arditya Kurnia.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Direktur Operasi.
Nama Arya mencuat ke publik saat dirinya memberikan pernyataan terkait aktivitas tambang yang dijalankan perusahaannya di Raja Ampat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap terbuka dan bekerja sama dengan pihak pemerintah.
“Kami siap membantu dan mendukung proses verifikasi serta pendalaman yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” ucap Arya dalam keterangannya yang dikutip Selasa (10/6/2025).
Arya juga memastikan bahwa lokasi tambang Gag Nikel tidak masuk dalam wilayah resmi Geopark Raja Ampat. Ia mengklaim bahwa Pulau Gag berada cukup jauh dari empat pulau utama yang termasuk dalam kawasan Geopark.
Publik kini menyoroti nominal kekayaan bos tambang Raja Ampat Arya Arditya Kurnia, yang rutin menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dalam catatan KPK, Arya sudah delapan kali melaporkan hartanya, pertama kali pada tahun 2017.
Pelaporan LHKPN per 31 Desember 2024
A. Tanah dan Bangunan – Rp 2.047.605.000
Tanah dan bangunan seluas 90 m² / 45 m² di Kabupaten/Kota Bogor (hasil sendiri): Rp 472.605.000
Tanah dan bangunan seluas 159,77 m² / 132 m² di Kabupaten/Kota Bogor (hasil sendiri): Rp 1.575.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin – Rp 1.154.000.000
Motor BMW G310R (2017) (hasil sendiri): Rp 70.000.000
Mobil VW Tiguan Allspace (2022) (hasil sendiri): Rp 534.000.000
Mobil Peugeot New 5008 A/T Allure FL (2022) (hasil sendiri): Rp 550.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 415.000.000
D. Surat Berharga: Rp 0
E. Kas dan Setara Kas: Rp 1.859.130.945
F. Harta Lainnya: Rp 299.316.651
Sub Total Harta
Rp 5.775.052.596
Rp 784.104.539
Rp 4.990.948.057
Mulai 2017- Sekarang
2017 (Mine Operation Manager Antam): Rp 1,07 miliar
2018: Turun menjadi Rp 781 juta
2019 (VP Gag Nikel): Rp 993 juta
2020: Rp 721 juta
2021: Naik jadi Rp 1,39 miliar
2022 (Chief of Operation Management Antam): Rp 3,55 miliar
2023: Rp 4,04 miliar
2025 (Terakhir, 29 Maret): Rp 4,99 miliar
Arya tercatat memiliki dua bidang properti di Bogor dengan luas antara 90–159 meter persegi, serta tiga kendaraan pribadi: motor BMW G310R, VW Tiguan Allspace, dan Peugeot 5008 Allure.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan meninjau kembali persetujuan lingkungan terhadap empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat.
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 serta putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi yang melarang tambang di pulau kecil.
Rangkuman AI sedang dibuat…