Warga RI Kompak Migrasi ke Rokok Murah, Pendapat Bea Cukai jadi Sorotan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mengakui adanya tren migrasi ke rokok murah atau “downtrading”.
Tren ini terjadi akibat kebijakan tarif cukai hasil tembakau yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, menyampaikan hal ini dalam sebuah wawancara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
“Perilaku pasar mengenai downtrading itu memang faktor dari kebijakan tarif selama ini,” kata Askolani.
Askolani menjelaskan bahwa Bea Cukai akan melakukan pengawasan ketat terhadap perubahan ini.
Ia menekankan bahwa perpindahan ke rokok murah harus terjadi secara alami, bukan sebagai akibat dari manipulasi produsen untuk menghindari tarif cukai yang sesuai peraturan.
“Penurunan ke rokok yang lebih murah memang tidak bisa dilawan sebab sifatnya murni, yang bisa ditindak itu jika ada salah personifikasi atau salah peruntukan, atau mungkin hal semacam itu lainnya,” tegasnya.
Selain itu, Bea Cukai akan menggunakan fenomena downtrading ini sebagai bahan evaluasi untuk menyusun aturan yang lebih tepat di masa mendatang.
“Apakah ditahun depan ada perubahan atau tidaknya akan dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tambah Askolani.
Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR mengenai Laporan Semester 1, Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan bahwa penerimaan cukai tembakau mengalami kontraksi selama dua tahun berturut-turut.
Penurunan ini terjadi karena banyak produsen rokok yang beralih ke kelompok tarif yang lebih murah.
Namun, Sri Mulyani menjelaskan bahwa penurunan ini sejalan dengan tujuan penetapan cukai rokok, yaitu untuk mengendalikan konsumsi tembakau.
“Yang dicari memang pengendalian produksi rokok,” jelasnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…